h2.date-header { margin:1.5em 0 .5em; } Widget edited by super-bee

Laman

Sukai dan Gabunglah ke fans page "SUMBER ILMU PENAMBAH WAWASAN" untuk mendapatkan update artikel menarik lainnya, yang pastinya bakal menambah wawasan pengetahuan kita. Stay tune :)

Selasa, 16 Juli 2013

NEGARA RAHASIA, DILEMA REVOLUSI ARAB


NEGARA RAHASIA, DILEMA REVOLUSI ARAB

Negara Rahasia/Deep State, adalah sebuah istilah yang kini menjadi momok bagi mayoritas negara-negara Arab. Kendati Ibn Ali berhasil kabur dari Tunisia, Qaddafi terbunuh di Libia, dan Mubarak dipenjara di Mesir, namun revolusi Arab yang telah berumur sekitar dua tahun masih saja dalam kondisi labil, tidak kondusif, serta terus diwarnai dengan aksi demonstrasi dan protes.
Sebelumnya, penulis akan menganalisis sebuah berita aneh yang pernah terjadi di Turki. Meski tidak ada korelasi langsung dengan negara-negara Arab, tetapi dapat memberi pencerahan terhadap kasus yang sedang kita hadapi.
Di penghujung tahun 2012, berbagai kantor berita internasional memberitakan ditemukannya alat penyadap dan perekam suara terpasang di kantor PM Recep Tayyib Erdogan.
Indikasinya; meski setelah lebih sepuluh tahun lamanya Partai Keadilan dan Pembangunan berkuasa, tetapi masih ada kekuatan rahasia yang berhasil menembus kantor dan rumah PM Turki.
Walau telah sepuluh tahun berkuasa, dan telah sangat serius memerangi sumber-sumber kerusakan yang masih terus menyusun konspirasi dan kudeta sejak tiga puluh tahun lalu, namun kekuatan rahasia tersebut masih eksis merongrong dan merobohkan penguasa juga memata-matainya demi memuluskan agenda-agenda rahasia. 
Dari panggung politik Turki kita beralih ke Mesir. Lembaga-lembaga penerangan, kepolisian, dan pengadilan masih setia bekerja untuk kekuatan rahasia melawan pemerintah Mesir. Pengadilan Mesir misalnya, belum lama ini mengeluarkan keputusan bebasnya beberapa oknum, seperti Hasan Abdur Rahman (Kepala Aparat Kemanan Negara), Isma'il al-Sya'ir (Direksi Keamanan Kairo), Hasan Ramzi (Direksi Keamanan Pusat). Begitu pula beberapa oknum dekat orde lama, seperti Anas al-Faqiy (mantan Menteri Penerangan), Fathi Surur (mantan ketua DPR), juga Shafwat Syarif.
Ketika Taufik Ukasyah dibebaskan dari tuduhan menghina Presiden Mesir, pada saat bersamaan Isham Sultan (wakil ketua Partai al-Wasath) divonis penjara dengan tuduhan menghina Ahmad Syafiq (mantan PM di era Mubarak).
Semua fakta ini mengindikasikan adanya kekuatan rahasia yang mempermainkan amanat revolusi, dan berusaha menjebak revolusi dalam lingkaran setan. Kekuatan rahasia inilah yang kemudian dikenal denganDeep State/negara rahasia.
Akar Substansial Negara Rahasia
Sejarah istilah ini kembali pada pengalaman Turki. Istilah tersebut disematkan kepada sel jaringan elemen tingkat tinggi dalam Badan Intelijen (lokal dan asing), Angkatan Bersenjata, Kepolisian, Pengadilan, dan mafia di Turki. 
Dasar pemikirandeep statesangat mirip dengan istilah negara dalam negara. Agenda utama Negara Rahasia adalah membiarkan pemerintah tetap berkuasa, dan berusaha menguasai perangkat keamanan dan birokrasi negara dari balik layar.
Sarana yang digunakan olehdeep statetidak terbatas pada kekerasan, tetapi juga menggunakan segala macam cara untuk mengintervensi tokoh-tokoh politik dan ekonomi. Agar kepentingan mereka terjamin, maka kerangka demokrasi semu digunakan, untuk memetakan kekuatan politik yang ada. 
PemimpinDeep Statejuga membentuk jaringan rahasia bawahan, sehingga gerakan ini menyerupai piramida terbalik. Mereka terdiri dari pengusaha, birokrat, intelektual, wartawan, seniman dan atlet dan berperan sebagai kurir bagi seluruh keinginan para pemimpinnya. Biasanya mereka mendapat imbalan berupa manfaat politik, materi, dan sosial.
Musuh utama negara rahasia ini adalah revolusi rakyat. Revolusi rakyat sudah pasti berjuang menghancurkan negara rahasia ini secara telak bersama semua sendi-sendinya, baik yang nyata maupun rahasia. Lantaran ini,Deep State/negara rahasia berusaha mati-matian untuk membunuh semua bentuk revolusi dengan segala macam cara.
Struktur yang rumit dan kompleks dari negara rahasia ini, membuatnya sulit atau bahkan mustahil berubah menjadi negara merdeka. Untuk mencapai negara berdaulat mereka harus melewati berbagai risiko sangat berbahaya. Risiko terbesar adalah runtuhnya negara itu sendiri. Karenanya, perjuangan terberat yang dihadapi revolusioner Arab saat ini adalah membasmi sisa-sisa negara rahasia.
Akar Psikologis Negara Rahasia
Belum lama ini, Shalah Misbah seorang musisi Tunisia secara terang-terangan menyatakan dukungan penuh atas mantan Presiden Tunisia, Zainal Abidin Ibn Ali.1
Abdullah Shaleh mantan Presiden Yaman di tempat kediamannaya, Shan'a, menerima teleghrap dan telepon ucapan selamat atas hari peringatan persatuan Yaman.
Dalam panggung politik fenomena ini kelihatan lebih jelas. Hasil pemilu putaran pertama memperlihatkan masih besarnya pendukung Mubarak. Dengan kampanye"Mohon Maafku Pak Presiden", mereka berusaha mengenang kembali prestasi Mubarak, bahkan menuangkannya dalam bukuMishr Mubarak/Mesirnya Mubarak.
Sejarah telah menyaksikan berbagai aksi solidaritas bersama rezim penjagal. Ketika perang saudara pecah di Amerika antara wilayah Utara dan Selatan, dan walau sebelumnya wilayah Utara telah menyetujui penghapusan perbudakan, tetapi tentara kulit hitam tetap ikut berperang bersama wilayah Selatan yang menolak penghapusan perbudakan.
Peristiwa terorisme di Stockholm pada tahun 1983 adalah contoh paling nyata, sampai-sampai para psikolog menjulukinya dengan Stockholm Syndrome. Dimana sekelompok orang bertopeng menyerbu sebuah bank Swedia dan menyandera semua orang yang ada di dalamnya. Polisi Swedia kemudian mengepung lokasi itu sampai enam hari lamanya. Para penyerang mengancam akan membunuh semua sandera, dan beberapa orang sandera benar-benar dibunuh.
Pada hari keempat terjadi suatu keanehan yang tak disangka-sangka. Beberapa sandera yang telah bebas justru berbalik membela para penyerang dan berusaha mencari jalan agar mereka bisa keluar dari kepungan polisi. Bahkan sebagian lain berusaha mencari-cari undang-undang yang bisa meringankan sanksi para bagi penyerang. Korban sandera ini kemudian dikenal denganStockholm Syndromeataupecinta algojo.
Para psikolog menjuluki orang yang bersimpati pada algojonya dengan sebutanmazuki. Yakni ketika seseorang melakukan perbuatan yang membuatnya gagal, dihina, dicaci atau disiksa badan maupun jiwanya. Perbuatan tersebut bisa ia lakukan dengan sadar atau tidak. Ia senantiasa mengulangi prilaku ini dan terkadang seperti terpaksa dan merasakan kenikmatan tersendiri, meski secara kasat mata ia tersiksa. Ia cenderung senang menjadi penderita, orang yang tertekan dan teraniaya lagi terhina. Pada fase ini mazuki telah berubah menjadi gangguan jiwa dengan prilaku yang merusak pribadi.
Penutup
Bila rakyat sebuah negeri terganggu dengan sisa-sisa pemerintah orde lama yang menyusup di tengah-tengah masyarakat, maka krisis sebenarnya ada dalam diri mereka. Sebab perbudakan adalah penyakit kronis, penghambat kemajuan umat, dan menjadikannya betah di dalam penjara. Semakin dekat saat-saat kebebasan, si penghuni bui semakin gelisah. Sampai jika detik kebebasan telah tiba dia justru memilih tetap tinggal di penjara, dimana selama ini dia berteriak meminta tolong agar dikeluarkan dari tempat tersebut. Hayatilah firman AllahTa'ala:
Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu." (QS. al-Maidah: 26)
Yang demikian itu, sebab generasi ini terdidik dalam kehinaan penghambaan di masa Fir'aun, mereka masih terus merasakan nikmat penghambaan tersebut.
Peristiwa yang sekarang terjadi di negara-negara tempat pecahnya revolusi Arab bukanlah proses lanjutan revolusi, bukan pula gelombang ombaknya. Melainkan prilaku kekerasan yang muncul dari seorang hamba untuk membela dirinya bila saat kebebasannya dari penjara telah tiba.
Fakta ini mengingatkan kita pada ungkapan seorang pemikir besar Islam, Sayyid Qutb:"Hamba sahaya adalah orang-orang yang lari dari kebebasan. Jika seorang tuan mengusir, maka mereka cari tuan yang lain. Mereka tidak memiliki semangat untuk bebas merdeka, sampai-sampai mereka mengira kebebasan adalah sebuah pemberontakan."

sumber ilmu disini
Untuk menggunakan emoticon ini, COPAS kode ke kotak komentar.
:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i:
:j: :k: :l: :m: :n: :o: :p: :q: :r:
:s: :t: :u: :v: :w: :x: :y: :z: :ab:
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Terpopuler

Get this widgetGet this widget

berlanganan gratis via email
  RSS
 
 FB
- See more at: http://achsanarea23.blogspot.com/2012/10/cara-membuat-emoticon-kaskus-pada-blog.html#sthash.AYz31Uqu.dpuf